Tercipta sudah apa yang seharusnya
ia inginkan...
Cinta...
Kasih...dan
Sayang.
Cukup sudah apa yang ia mau...
Ku tak mungkin lagi menciptakan
dua Cinta...
dua Kasih...dan
dua Sayang.
Tapi taulah satu hal...
Aku masih menunggu untuk menciptakan
Cinta...
Kasih...dan
Sayang yang Satuuntuknya.,
Walaupun itu sepuluh tahun lagi.
dan sekarang...!
Biarkanlah Ku ciptakan diriku sendiri
yang baru...
Maapkanlah diriku yang baru,,,
menjadi bisu tanpa mulut...
menjadi buta tanpa mata...
tapi diriku yang baru, msih
punya hati untuk mencintai...
Wednesday, June 28, 2006
Sunday, June 25, 2006
Kepastian yang Terwujud
Waktu telah berbicara
dan ia mengungkapkan semuanya...!
Ruang itu dah terisi...!
Ku tak mungkin lagi berteduh dihati itu,
tapi kemana ku harus mencari lagi???
Sedangkan aku masih ditempat luas dan gersang ini...
Ku masih ingin disana...
menunggu hati itu sampai
kosong kembali...
Apakah jalanku lambat seperti onta???
Sehingga ruang itu sudah teriisi duluan!!!
Cinta...
Katakanlah itu pasti kalau
itu memang pasti...
dan
Janganlah kau bertanya karena
semuanya telah terjadi & tertulis.
dan ia mengungkapkan semuanya...!
Ruang itu dah terisi...!
Ku tak mungkin lagi berteduh dihati itu,
tapi kemana ku harus mencari lagi???
Sedangkan aku masih ditempat luas dan gersang ini...
Ku masih ingin disana...
menunggu hati itu sampai
kosong kembali...
Apakah jalanku lambat seperti onta???
Sehingga ruang itu sudah teriisi duluan!!!
Cinta...
Katakanlah itu pasti kalau
itu memang pasti...
dan
Janganlah kau bertanya karena
semuanya telah terjadi & tertulis.
Sunday, June 04, 2006
Next Untitle Chapter
Sudah habis airmata ini
menangis sesuatu yang tak
kunjugn datang...
Haruskah Ku sampai mengeluarkan
air mata darah...!
Memang tak semudah yang Ku kira...
Jalan yang begitu lurus, mulus,
tak berbatu, begitu menyesatkan
dan membingungkan, ketika Ku
berjalan dibawahnya.
Tetapi Ku tetap menunggu
dan Ku masih menunggu,
sampai waktunya tiba.
menangis sesuatu yang tak
kunjugn datang...
Haruskah Ku sampai mengeluarkan
air mata darah...!
Memang tak semudah yang Ku kira...
Jalan yang begitu lurus, mulus,
tak berbatu, begitu menyesatkan
dan membingungkan, ketika Ku
berjalan dibawahnya.
Tetapi Ku tetap menunggu
dan Ku masih menunggu,
sampai waktunya tiba.
Subscribe to:
Posts (Atom)